LOMBOK BARAT

Proyek DAK di Lobar Terindikasi di Mark Up, Kadis Dikbud : Itu Fitnah

LOMBOK BARAT – Proyek DAK Untuk 5 Toilet saja anggarannya sebesar 379 juta dimana anggaran yang sudah keluar hanya 75 juta, demikian dikatakan kepala sekolah SMPN 4 Gerung, Fauzi. Spd, Senin (22/8/2022).

Buntut dari permasalahan yang terjadi beberapa hari yang lalu terkait ada indikasi dugaan soal fee 10 % proyek DAK ke oknum pejabat dinas ,dan ada pekerjaan yang dipihak ketigakan.

Aktivis Lombok Barat (Lobar) Asmuni.A.Ma. beberapa hari yang lalu meminta semua stakeholder untuk mengusutnya secara tuntas, baik pihak DPRD Lobar selaku pengawasan, maupun APH (aparat penegak hukum) yang ada di daerah Lombok Barat.

Selain itu, ia menambahkan bahwa kerjasama yg baik sangat diperlukan supaya clear,Jangan ada praktik seperti itu, jangan terjadi hal-hal yang bisa menciptakan spekulasi yang tidak baik di masyarakat.

Kepala Sekolah SMPN 4 Gerung, Fauzi, Spd.

Kepala Sekolah SMPN 4 Gerung, Fauzi, Spd., Kabupaten Lombok Barat yang di konfirmasi , mengatakan bahwa dana DAK yang didapat untuk tahun 2022 sekitar 629 juta rupiah.

Lebih lagi, Fauzi juga menjelaskan bahwa ada 5 toilet dan 1 sumur bor yang dibuat dengan total anggaran 379 juta dimana pada tahap awal dana yang keluar hanya 75 juta rupiah.

“Bertahap anggaran itu keluar, baru keluar dana awal 75 juta rupiah bertahap cairnya,” ujar Fauzi

Ia juga menjelaskan bahwa Rencana Anggaran Biaya (RAB) dana DAK belum final dan bisa berubah-ubah dan menggelembung nantinya di satu tempat anggaran.

“RAB ini belum final, kata konsultan bisa saja nanti menggelembung bisa berubah-ubah, saya juga gak paham tentang ini. Saya hanya ingin memastikan sekolah ini memiliki fasilitas yang bagus itu saja,” jelasnya.

Lebih lanjut Fauzi menambahkan bahwa dana DAK tidak akan didapatkan lagi oleh SMPN 4 Gerung pada tahun selanjutnya, hal ini diungkapkan langsung oleh kepala sekolah SMPN 4 Gerung.

“Kata dinas untuk tahun ini dana DAK ini dipusatkan di satu sekolah saja, jadi tahun depan dan tahun selanjutnya kita tidak dapat lagi, namun sekolah ini masih banyak kebutuhan jadi kita akan coba usulkan terus,” ujar Fauzi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat H. Nasrun mengatakan bahwa laporan PPLS terkait dugaan Markup anggaran di DIKBUD Lobar adalah fitnah.

Tak hanya itu, H. Nasrun juga bersumpah bahwa pihaknya tidak ada celah untuk melakukan penggelembungan anggaran terkait dana DAK.

“Semua anggaran dari pusat, Demi Allah saya bersumpah tidak ada celah kita menggelembungkan anggaran salah satunya di SMPN 4 Gerung, ujarnya saat diwawancarai media ini.

E.02

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button