ETALASE

Niat Isi Waktu Senggang, Ibu Muda ini Sukses Bangun Usaha Rumahan Jual Kue Kering

Ampenan, NTB – Kreatifitas dan kerja keras dalam membangun usaha rumahan menjual kue kering, membuat Lusiana (29) berhasil meraih omset ratusan ribu rupiah perhari.

Sejak memulai usaha pada tahun 2021 kemarin, ibu satu orang anak ini telah menjadi wirausaha yang tergolong sukses.

Lusiana menuturkan, awal mulai usahanya itu
berawal untuk mengisi waktu luang dan menyalurkan hobinya membuat kue kering.

Ia pun bersama suami mencoba menjual jajan kering di bulan puasa Ramadhan dan untuk Hari Raya Idul Fitri (lebaran).

“Kami (saya bersama suami) mencoba mencari ide jualan baru untuk menambah penghasilan, apalagi sejak pandemi Covid 19, otomatis semua serba sulit,” ungkapnya.

Lusiana yang sudah memiliki keterampilan membuat kue mencoba menambah ilmu dan akhirnya terinspirasi dari beberapa artikel dan info info usaha rumahan yang sedang trending yang didapatnya dari media sosial. Akhirnya dia pun memberanikan diri untuk mencoba membuat kue kering yang memang sempat digeluti dan dipelajarinya dari membantu orang tuanya berjualan sebelum ia menikah.

“Saya ingat waktu awal mulai itu hanya mengeluarkan modal 700 ribu untuk membeli peralatan untuk membuat kue, seperti Microwave kecil, sementara untuk bahan, kurang lebih 200-300 ribu.

“Waktu itu kami hanya mencoba, dan pada saat itu sudah banyak juga yang jualan kue kering apalagi saat mendekati lebaran,” jelasnya.

Saat mengawali membuat jajan kering itu, Lusiana coba menawarkannya ke teman dan kerabat dekat.

“Setelah kue jadi, saya coba bagikan ke keluarga dan tetangga untuk di tes. Tak disangka responnya positif dan dibilang enak, bahkan ada yang langsung pesan pada saat itu juga. Nah, mulai dari situ saya berpikir untuk serius menggeluti usaha ini,” kata Lusiana saat ditemui dikediamannya di Jalan Energi Lingkungan Karang Panas Kelurahan Ampenan Selaran, Kota Mataram ini.

Dalam membuat kue kering ini, ia mengatakan selain sudah terbiasa ia juga tetap mencari resep resep kue lainnya sebagai referensi dari internet selain resep yang sudah dikuasainya. Ia mengkolaborasikan resep itu untuk menciptakan cita rasa selain juga menggabungkan dari selera konsumen tentunya.

Aneka kue kering yang dijual Lusiana diantaranya kue bolen pisang cokelat, kue sus buah dengan berbagai varian rasa, cake tape dan brownies.

Untuk omset dalam penjualannya selama ini, kisaran keuntungan yang diraup mencapai sekitar 200 – 250 ribu per hari.

Saat ditanya apakah usahanya bisa bertahan di dalam masa pasca covid 19, Lusiana mengatakan tetap optimis. “Apalagi sekarang ini Covid-19 terbilang sudah melandai, dan pesanan saya pun semakin bertambah, saat Idul Fitri kemarin misalnya, Alhamdulillah omset saya sempat naik dua kali lipatnya,” ujarnya.

Melalui usahanya ini, Lusiana bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi tetangganya. Karena saat ini, dalam mengelola usahanya itu ia sudah memperkerjakan karyawan selain didukung penuh oleh suami dan mertuanya.

Mempunyai penghasilan sendiri dengan usaha yang disenanginya tentu memberikan kepuasan tersendiri bagi Lusiana. Namun itu tidak membuat Lusiana merasa puas diri. Pasalnya ia sampai saat ini masih mempunyai keinginan untuk membuat toko. Maklum dalam proses penjualan selama ini hanya melalui media sosial saja.

Kendati berjualan hanya melalui media sosial saja, tingkat pemasarannya tidak bisa diremehkan. Banyak pesanan dari luar Kota Ampenan yang sudah mencicipi olahan kuenya yang diberi merek Alisha Cake ini diantaranya dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Selain itu, Lusiana juga melayani pesanan kotak-an untuk acara acara. Dibanderol dengan harga 10 hingga 20 ribu per kotak, kue kering buatannya semakin ramah dengan kantor masyarakat.

“Saat ini per hari bisa 500 hingga1000 pcs kue per hari, itu saja saya sudah sangat senang.” pungkas istri dari Fahri Hadi ini. ()

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button