LOMBOK BARATNews

Vicon Bersama Presiden, Bupati Fauzan Dapat Arahan Percepat Vaksinasi dan Tingkatkan Prokes

GIRI MENANG, lombokinfo.co.id – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid melakukan Video Conference (Vicon) bersama Presiden Joko Widodo. Vicon ini dilangsungkan dalam rangka menerima arahan langsung dari Presiden jokowi langsung dari jakarta, Senin (6/2).

Bupati Fauzan mengikuti Vicon langsung dari ruang Jayengrane Kantor Bupati Lombok Barat bersama Dandim 1606/Mataram Letkol Arm Arif Rahman S.Sos, Kapolres Lombok Barat AKPB Wirasto Adi Nugroho S.I.K, Sekda Lombok Barat DR. H. Baehaqi, Asisten II Rusditah dan Kepala Dinas Kominfotik Lombok Barat, Ahad Legiarto.

Dalam Arahannya Presiden Joko Widodo meminta agar semua kepala Daerah bersama TNI dan Polri untuk melakukan percepatan vaksinasi di daerah. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya penularan covid19 yang sudah meningkat tajam di sejumlah wilayah di Jawa dan Bali. Selain itu Presiden juga meminta agar Protokol kesehatan kembali dikuatkan utamanya penggunaan masker.

“Saya ingin tegaskan agar semua kepala daerah bersama TNI dan Polri untuk mempercepat vaksinasi dan tingkatkan prokes utamanya masker. Dua hal ini saja menurut saya yang harus dan segera dilakukan ” Tegas Presiden.

Dalam kesempatan itu juga presiden menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini masa pandemi belum berakhir dan penularan varian omicron 4 kali lebih cepat dari varian delta yang pernah terjadi di Indonesia. Saat ini kasus omicron sangat tinggi namun pada hosptalisasi di Indonesia sampai dengan saat ini  2-3x dibawah varian delta.

“Saat ini kasus omicron 93% di Indonesia khususnya di pulau jawa dan Bali namun angka kematian masih rendah dibandingkan dengan varian delta saya sampaikan tidak perlu panik tetapi tetap selalu waspada. Tren kasus omicron di Bali saat ini hosptalisasi naik dari varian delta,” ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga mengatakan bahwa yang perlu dilakukan saat ini adalah semua management harus disiapkan dari sekarang. Ia juga menegaskan agar jangan sampai ada peningkatan kasus omicron namun rumah sakit yang ada belum siap dalam penanganannya.

“Pasien yang saat ini terpapar varian omicron rata-rata 66% tanpa gejala,  93 % tanpa comorbid dan 7 % dengan comorbid serta tidak semua pasien harus dirawat di Rumah sakit jika pasien tidak kritis,” tambahnya.

Ia mengatakan bahwa karakter pasien yang meninggal  karena kasus omicron rata-rata 69% karena belum divaksin lengkap. Karenanya ia meminta agar para pimpinan daerah harus mempercepat vaksinasi pelaksanaan vaksinasi terutama pada lansia. Hal ini penting agar kasus omicron dapat diantisipasi sehingga tidak meluas.

“Diminta kepada seluruh Rumah Sakit agar mengecek kembali ketersediaan oksigen dan obat-obatan dalam penanganan kasus omicron jangan sampai ada peningkatan kasus tetapi rumah sakit tidak siap dalam penanganannya jika ada kekurangan agar dilaporkan kepada Menteri Kesehatan RI.” tutupnya.

(Windi/Angga/Ria)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button