Mataram – Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua pada tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Dua isu central membayangi suksesi kegiatan olahraga bergengsi di tanah air ini, yaitu kesehatan dan keamanan.

Sebagaimana diketahui, PON tahun ini menjadi yang pertama digelar ditengah kondisi Pandemi Covid-19, tepat disaat ancaman sebaran virus berbahaya tersebut masih membayangi dunia tanpa terkecuali didaerah penyelenggaraan di Papua. Sementara segala upaya sudah dilakukan maksimal oleh daerah kontingen meski dalam kondisi keuangan yang kurang stabil akibat dampak pandemi.

Kondisi ini tentunya harus membutuhkan persiapan ekstra baik dari seluruh kontingen, juga bagi pihak penyelenggara. Karena jika salah seorang atlet terindikasi Covid-19, maka seluruh tim akan terancam gagal bertanding.

Meski demikian Provinsi Nusa Tenggara Barat tetap membangun optimisme untuk dapat meraih 17 emas dari 106 atlet terbaiknya, yang akan bertanding pada 19 cabang olahraga yang diikuti. Sebagaimana diungkapkan Ketua Kontingen NTB, Mori Hanafi, saat Pelepasan Kontingen PON Papua asal NTB di Mataram pada Rabu (15/9) mengatakan, bahwa seluruh atlit dipastikan sangat siap untuk bertanding dengan pengawalan ketat tim medis.

“PON kali ini sangat berat namun persiapan atlit jangan ditanya, kami sudah sangat siap. Untuk ancaman pandemi ini telah dipersiapkan pendampingan khusus dari tim medis sehingga tidak menjadi hambatan dalam perjalanannya nanti ketika mengikuti serangkaian prokes menuju arena pertandingan,” ungkapnya.

Mori Hanfi juga menyebutkan isu keamanan yang harus di antisipasi saat pelaksanaan kegiatan berlangsung. Termasuk faktor kenyamanan terkait akomodasi dan transportasi yang juga harus dipikirkan dengan cermat, dikarenakan banyak penerbangan reguler yang masih tutup sehingga mengharuskan kontingen untuk transit.

“Dari segi keamanan juga, kontingen harus berhitung cermat, karena itu Polda NTB sudah memastikan sebanyak 20 orang personilnya untuk melakukan pengawalan ring satu, atau dengan jarak 5 sampai 10 meter dari atlet. Tapi saya yakin bahwa Provinsi yang paling siap untuk menghadapi PON ini adalah Provinisi NTB,” ujarnya.

Pelepasan Kontingen PON asal NTB dilakukan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTB bersama sejumlah unsur Forkopimda. Seluruh atlit rencananya akan diberangkatkan dalam 7 kloter pemberangkatan pada tanggal 20 September hingga tanggal 7 Oktober mendatang. Dalam kesempatan tersebut Gubernur NTB Zulkieflimansyah memberikan motivasi kepada para atlit serta menjanjikan bonus uang tunai Rp 300 juta, bagi setiap atlet yang dapat meraih medali emas.

Sementara itu, Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi NTB, TGH. Patompo Adnan, Lc., MH., mengatakan bahwa seluruh persiapan mulai dari pemberangkatan hingga kepulangan atlet dengan torehan prestasi, tidak lepas dari aspek pendanaan yang sejatinya harus kuat. Ia menyampaikan bahwa dengan tambahan bonus dari target prestasi atlet tersebut, setidaknya Pemprov NTB harus menyiapkan alokasi anggaran untuk KONI NTB mencapai Rp 50 miliar.

“Ketika sampai di pembahasan Komisi V kami semua bersepakat untuk memperjuangkan dana sebesar yang dibutuhkan. Namun setelah melaui pembahasan yang sangat panjang, kami hanya bisa mendapatkan Rp 15 miliar dari yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Patompo menyebut bahwa telah berbagai cara ditempuh namun tidak bisa memenuhi kebutuhan anggaran yang di harapkan, dikarenakan pendapatan daerah yang memang mengalami kontraksi hebat dengan dampak refocushing.

“Tapi kami kecualikan dana untuk PON, jangan sampai mengalami refocushing dan pengurangan. Memang tidak terkena refocushing namun mengalami pengurangan yang tidak bisa dihindari, akhirnya kami tetapkan dana untuk KONI sebesar Rp 15 miliar,” jelasnya.

Meski demikian terlepas dari minimnya anggaran untuk pengembangan potensi atlit KONI NTB tersebut, Patompo berharap agar seluruh atlit tetap berjuang keras dan sportif dengan dukungan doa dari NTB. Pimpinan pondok pesantren Nurul Ilmi Ranggagata Lombok Tengah ini bahkan sangat optimis, jika target 17 emas yang diharapkan, akan dapat diraih oleh para atlit.

“Saya melihat atlit kita sangat siap dan penuh optimisme untuk menang. Semoga motivasi dan bonus yang dijanjikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur, serta Ketua Kontingen dan juga Ketua KONI NTB, bisa menjadi pelecut mereka untuk dapat memenangkan setiap pertandingan. Dan tentu juga do’a seluruh masyarakat NTB,” pungkas politisi Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD NTB itu.

aNd