Lombok Barat – Aliansi Pemuda dan Masyarakat Batulayar (APMB) menyayangkan keputusan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang mengeluarkan Surat Edaran (SE) Bupati guna mencegah serta mengatasi penyebaran covid-19 di lokasi wisata di wilayah Kabupaten Lombok Barat.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Umum APMB, Munajab dalam pertemuan bersama segenap anggota APMB serta Tokoh Masyarakat dan pedagang di Sekretariat APMB di Batulayar, Minggu (16/5) malam.

Surat Edaran dengan Nomor 800/156/BPBD-LB/5/2021 tersebut menitikberatkan tentang penutupan tempat wisata di wilayah Kabupaten Lombok Barat H+10 Hari Raya Idul Fitri.

Menanggapi SE Bupati itu, Koordinator Umum Aliansi Pemuda dan Masyarakat Batulayar (APMB) Munajab, meminta agar Pemkab meninjaunya kembali karena momen liburan H+10 Lebaran merupakan peluang besar bagi para pedagang untuk menambah penghasilan.

Adapun tuntutan yang direkomendasikan Aliansi Pemuda dan Masyarakat Batulayar antara lain ;

a. Meminta kepada pemerintah Lombok Barat untuk mempertimbangkan penutupan sementara tempat Wisata.

b. Meminta Pemerintah Lombok Barat untuk membuka kawasan wisata dengan menerapkan Protokol kesehatan secara ketat khususnya di Kecamatan Batulayar.

c. Meminta seluruh Desa di Lombok Barat maksimalkan kinerja satgas covid-19 tingkat Desa.

d. Memberikan sangsi berupa penutupan penutupan tempat wisata jika melanggar aturan satgas covid-19.

Lebih lanjut Munajab dengan tegas menambahkan akan melakukan aksi besar-besaran jika tuntutan tidak di indahkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat

“jika tuntutan tersebut tidak mendapat respon baik kepada pemerintah Lombok Barat, Kami akan melakukan aksi secara terbuka dengan masyarakat Batulayar untuk membaca tutuntan tersebut,” Tegasnya.