Mataram – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., meminta kepada para pelaku pariwisata agar dapat mempersiapkan diri dengan baik dipenghujung tahun 2020. Sebab diprediksikan pada momen akhir tahun ini akan ada banyak kunjungan wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam NTB, setelah sekian lama jenuh dengan Covid-19.

Hal itu disampaikan Gubernur NTB yang akrab disapa Doktor Zul pada acara Expo Tenun dan Festival Lombok Sumbawa 2020 di Epicentrum Mall Mataram, Senin malam, (07/12).

“Sekarang saya banyak diminta agar NTB menyiapkan diri betul-betul untuk tahun baru, karena dengan Covid-19 ini, banyak sekali orang diberbagai kota besar di Indonesia ini, merasa jenuh dengan Covid-19 dan ingin berlibur menyongsong tahun baru,” ungkap Gubernur Doktor Zul.

Menurut Doktor Zul, wisatawan pastinya ingin berlibur dengan aman dan nyaman tanpa dihantui oleh ancaman virus Covid-19. Oleh karenanya ia meminta kepada para pelaku pariwisata dan stakeholders terkait lainnya dapat mempersiapkan wisata yang aman dan nyaman, dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan disetiap destinasi.

“Mudah-mudahan NTB dapat menyajikan pariwisata secara aman dari kesehatan. Ini momentum yang pas dan baik, yang bukan hanya destinasi yang indah, namun kita juga harus tetap patuh protokol kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, dalam kesempatan tersebut menyampaikan, kegiatan hari ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah NTB untuk hadir sebagai solusi bagi para wisatawan dari seluruh Indonesia. Oleh karena demikian, Pemerintah NTB melalui Dekranasda siap menyambut dan menyapa para wisatawan dengan berbagai kerajinan khas Lombok-Sumbawa.

“Tenunan-tenunan NTB siap menyapa Wisatawan dengan berbagai motif khas NTB. Dan selama ini, tenunan kita telah menjadi primadona wisatawan,” ungkap Ketua Dekranasda yang akrab disapa Bunda Niken ini.

Bunda Niken juga memaparkan bahwa ada 104 peserta yang mengikuti acara ini, dan 40% diantaranya adalah anak-anak muda yang kreatif. Dengan kreatifitas yang ada ini, ia menjamin bawa anak-anak muda yang menjadi juara dalam acara expo ini akan diberikan hadiah berupa beasiswa untuk sekolah desainer.

“Kekayaan budaya tenun NTB tidak habis-habisnya untuk digali. Oleh karenanya, dengan diberikan beasiswa, kami rasa anak-anak muda yang kretif ini dapat mengembangkan terus tenun khas NTB,” tutup Bunda Niken.

Pada festival tenun ini terdapat enam kategori yang dilombakan. Pertama, Kategori Causal Remaja Pria, yang kedua Kategori Kerja Pria, yang ketiga Kategori Casual Remaja Wanita, keempat kategori busana kerja wanita, yang kelima Kategori malam pria, dan yang keenam kategori busana malam wanita muslim.

Untuk Kategori Casual Remaja Pria, yang
mendapat juara I, Merry Yanti dari SMKN 1 Lingsar, juara II Sirajul Wathani dari Lombok timur dan juara III adalah Ni Made Ariani dari Dekranasda Sumbawa.

Kategori Casual Remaja Wanita, yang juara I Safira Maisy dari SMKN 4 Mataram, juara II Asal dari Mataram juara II dan Sirajul Wathani dari Lombok timur.

Kategori Kerja Pria, juara I, Sirajul Wathani dari Lombok timur, juara II, Ni Made Ariani Dekranasda Sumbawa dan juara III, Agung Dewanto dari dekranasda Sumbawa.

Kategori Busana Kerja Wanita, juara I, Enggar Komala Dewi dari dekranasda Sumbawa, juara II, Putri Nadila dari dari SMKN 1 Sumbawa dan juara III, Sirajul Wathani dari Lombok timur.

Kategori Malam Pria, juara I, Andry Dewanto dari dekranasda Sumbawa,
juara II, Enggar Komala Dewi dari dekranasda Sumbawa dan untuk juara III, Furqanul Hakim dari ipemi kab. Bima.

Dan terakhir, Kategori Busana Malam Wanita Muslim, yang meraih
juara I, Syafira Kamelia dari Praya loteng, juara II, Gazali dari Dekranasda Sumbawa
dan juara III, Fetridge Zenisa Wibowo dari Mataram

Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur Pemasaran Kemenparekraf, Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi, Asisten 2, Ir. H. Ridwansyah, dan beberapa kepala OPD lingkup Provinsi NTB.

hms