Dompu – Pemerintah Desa Doropeti mendukung kegiatan kemitraan di atas lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS). Kemitraan tanam tebu dalam pola 2 tahun 2020 ini dinilai akan menguntungkan masyarakat.

Kepala Desa (Kades) Doropeti Dahlan menjelaskan, dalam kemitraan tersebut PT. SMS dan masyarakat lingkar pabrik sepakat untuk bersama memanfaatkan lahan HGU untuk menanam komuditi Tebu.

Dahlan menyampaikan, keuntungan menanam Tebu dalam rasio, bisa tiga kali lipat dari komoditi lainnya, seperti Jagung.

“Hasilnya dirasakan tiga kali lipat dari tanaman lain. Seperti Jagung, Padi maupun yang lainnya. Yang lebihunggul dan yang sebenarnya lebih dirasakan mensejahaterakan masyarakat ini adalah tanaman Tebu. Apalagi tumpangsari dengan Kacang,” kata Dahlan.

Dahlan menginginkan agar masyarakat dan perusahaan membangun kemitraan yang baik dan saling menguntungkan. “Keinginan saya, bagaimana masyarakat dengan perusahaan, sinergi dalam hal hal membangun perekonomian,” ujarnya.

Dahlan berharap ada tawaran tambahan profit 5 persen untuk petani menjadi 65 persen untuk perusahaan dan 35 persen untuk petani dari yang sebelumnya berada pada angka sharing profit 70 – 30 persen.

“Yang dirasakan ya tentu saja sangat senang sekali. Karena ini menambah pendapatan perekonomian, masyarakat Doropeti jadi berkembang. Artinya, satu hal yang harus kita tegaskan, bagaimana sama sama saling menguntungkan,” kata dia.

Selain itu juga terkait penyerapan tenaga kerja Dahlan berharap PT SMS tetap memprioritaskan pekerja lokal, khususnya warga Doropeti. Meski demikian masyarakat merespon baik kemitraan tersebut. “Program PT. SMS sangat bagus dan mendukung petani yang tidak mampu modal,” kata Arsyad M Ali yang juga menjabat Kadus Doropeti.

Ia mengungkapkan, kerugian bagi petani jika tidak memanfaatkan program kemitraan Pola 2 yang ditawarkan. Karena beberapa manfaat, seperti tidak meninggalkan hutang, semua kegiatan ditangani oleh PT. SMS, petani hanya tinggal menerima pembagian hasil 30 persen dari setiap kali panen dalam jangka waktu lima tahun.

Media External Relations (MER) Department Head Muhammad Haryanto menyebut, tercatat sudah 81 petani yang menandatangani MoU dengan PT. SMS sesuai update per 11 November 2020. “Dari jumlah itu, ada 81 orang sudah tanda tangan MoU dengan total luas lahan 215 Ha,” sebutnya.

Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan progres yang dilakukan tim PMBT door to door ke petani.

Hak Guna Usaha (HGU) Department Head Abdul Azis Hamdi menambahkan, kerja parallel dalam kemitraan HGU ini terus berjalan antar departmen. Setelah proses penyelesaian MoU di MER, ditindaklanjuti pihaknya dengan tahapan land clearing (LC) sampai furrow atau bajak untuk persiapan tanam.

Dalam catatannya, untuk kegiatan LC sudah mencapai 85 Ha, kegiatan ploughing to date 26,79 ha. Sementara untuk metoda pengolahan lahan berupa Harrowing 15,32 Ha dan Furrowing data to date 11,24 Ha. “Dalam waktu dekat, kita sudah akan target tanam Tebu, sehingga persiapan lahan terus digencarkan,” ujarnya.

ris