Mataram – Film tentang Mohan dan kehidupan masa muda Mohan saat mengenyam bangku kuliah, trailer filnya resmi di launching hari ini Rabu, (23/9) di Mataram.

Filma karya sineas muda Trish Pradana ini bercerita tentang masa muda Wakil Walikota Mataram dimana cerita di mulai saat terjadinya demonstrasi reformasi tahun 1998.

Film ini juga di warnai bumbu percintaan dengan sang istri tercinta dimana pada masa itu kedua pasangan yang di landa kasmaran ini harus menjalani kisah cinta jarak jauh.

Sutradara Trish Pradana mengatakan pesan moral dalam film ini adalah sebuah keinginan kuat anak muda mempertahankan hubungan asmara dengan kondisi jarak jauh yang menjadi tantangan.

“Setiap film memiliki pesan yang ingin di sampaikan, film Mohan ini pesan moralnya keinginan kuat kedua pasangan menjalani hubungan dengan jarak ribuan kilometer,” ujar Trish.

Sementara pemeran utama sosok Mohan, Dzaky Raihan Daffa Purnomo merasa kagum dengan sosok Mohan. Iapun mengaku harus banyak melakukan observasi dan bertemu dengan Mohan untuk menyelami sosok yang ia perankan.

“Kesulitannya ya sosok bang haji Mohan itu mengagumkan, saya harus bertanya langsung agar lebih mengetahui karakter beliau, beliau sosok yang tegas dan berwibawa,” ujar Daffa panggilan akrabnya.

Wakil walikota Mataram Mohan Roliskana sendiri mengaku terkejut dengan trailer film yang di tontonnya. Menurutnya semua adegan dalam trailer tersebut sesuai dengan kenyataan yang ia alami.

Mohan mengatakan film ini merupakan sebuah kreatifitas anak muda yang harus di apresisasi. “Bukan karena film yang di buat tentang saya, tetapi talenta dan bakat kreatifitas harus ada ruang dan harus di dukung,” ucapnya.

Disinggung film tersebut berkaitan dengann momen pilkada, Mohan menyatakan bahwa film dan politik dua hal yang berbeda dan film tersebut tidak berkaitan dengan politik. Namun dengan bijak Mohan menyerahkan penilian tentang film tersebut ke masyarakat.

“Soal momen politik dan film ini saya kembalikan ke masyarakat persepsi masing masing masyarakat. Ini sebenarnya dua hal yang berbeda dan tidak berkaitan tetapi bila masyarakat juga mengaitkan tidak menjadi masalah,” ujarnya.

Produser film Mohan Firadz Farizka mengatakan film tersebut akan di tayangkan pada bulan Oktober. Diapun menegaskan bahwa semua aktor dan aktris serta sutradra yang terlibat dalam film ini merupakan warga Kota Mataram.

“Kita memiliki talenta talenta yang berbakat, semua yang terlibat di film ini merupakan warga asli Kota Mataram,” pungkas Firadz.