Sempat diwarnai kericuhan warga dengan aparat

Lombok Tengah – Pengosongan lahan sengketa diareal pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika Lombok Tengah, dilakukan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) NTB meski sedikit diwarnai kericuhan akibat penolakan warga pemilik lahan. Polda NTB menyatakan upaya preventif telah dilakukan, dan dipastikan tahap clearing arel Mandalika telah tuntas.

Kabid Humas Kombes Pol. Artanto pada saat ditemui usai membeckup pengamanan land clearing pada Jumat (11/9) mengatakan, masyarakat yang mengklaim memiliki lahan di area pembangunan Sirkuit Mandalika, didorong menempuh jalur hukum.

“Kita mendorong masyarakat yang mengklaim untuk gugat keperdataan ITDC ke pengadilan, karena negara ini adalah negara hukum,” ungkapnya.

Sementara terkait proses land clearing lahan lintasan Sirkuit MotoGP Mandalika, Ia mengapresiasi kepatuhan masyarakat pengklaim yang patuh hukum, sehingga proses land clearing berjalan kondusif tanpa hambatan.

“Alhamdulillah, pemilik lahan yang di-land clearing hari ini, patuh atau taat pada hukum. Atas nama Kapolda NTB, kami mengapresiasi kepatuhan masyarakat yang mengklaim atas lahan tersebut,” kata Kombes Artanto.

Ketua Tim Verifikasi Satgas Percepatan Pembangunan KEK Mandalika AKBP Awan Haryono mengatakan, lahan yang hari ini hingga lima hari ke depan dilakukan land clearing pada prinsipnya telah clear and clean. Artinya, status kepemilikan lahan tersebut secara hukum berdasarkan putusan pengadilan, merupakan lahan yang telah dibebaskan atau dibeli untuk peruntukan KEK Mandalika.

“Jadi, kami sudah melakukan verifikasi terhadap data maupun dokumen milik warga, disandingkan dengan milik PT ITDC, digabungkan dengan data dan dokumen dari instansi yang terkait dengan objek kepemilikan tanah ini, baik dari Pemprov, Pemkab, Kepolisian, Pengadilan, BPN,Pengadilan,kejaksaan dan lain – lain.
Kita lakukan verifikasi atas hak kepemilikan daripada ITDC, kalau kita lihat jelas secara riwayat perolehannya,” katanya.

Info