Mataram – Jelang pesta demokrasi Pilkada serentak 2020 peta perpolitikan di Kabupaten Sumbawa hingga kini masih dinamis. Sejumlah bakal pasangan calon pun mulai bermunculan, menyusul dengan harapan terwujudnya program berkelanjutan untuk menjadikan daerah dengan potensial industri itu semakin berkembang.

Hingga berita ini diturunkan, sudah terdapat empat bakal pasangan calon (bapaslon) yang secara terang – terangan siap untuk bertarung di Pilkada Sumbawa pada 9 Desember mendatang.

Mereka adalah H Mahmud Abdullah-Dewi Noviany (Mo-Novi). Nurdin Ranggabarani-Burhanuddin Jafar Salam (Nur-Salam). Kemudian, Talifuddin-Sudirman (Talif-Dirman) dan H Syarafuddin Jarot-Mukhlis (Jarot-Mukhlis).

Namun berbeda dengan pandangan Ketua Tim Pemenangan Pilkada Daerah (TPPD) PKS Sumbawa, Sambirang Ahmadi yang memprediksikan akan muncul satu lagi pasangan kandidat lainnya.

Ia mengatakan, bahwa hal itu tidak menutup kemungkinan mengingat masih ada beberapa partai yang belum menerbitkan SK nya. Antara lain seperti Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) termasuk PDI Perjuangan.

“Bisa saja muncul calon baru lagi. Karena masih ada beberapa partai yang belum ada SK nya. Dan kalau mereka berkoalisi memungkinkan sekali akan muncul satu paket baru lagi. Artinya, ini masih dinamis,” kata Sambirang saat konfirmasi pada Senin (28/8).

Menurut Sambirang, untuk Pilkada Sumbawa sangat memungkinkan akan muncul maksimal sebanyak lima pasang kandidat.

“Sekarang kan sudah ada empat (bapaslon), maksimal Sumbawa itu ada lima (pasang bakal calon yang akan bertarung di Pilkada Sumbawa),” ujarnya.

Disisi lain Sembirang menyebutkan jika potensial munculnya Bapaslon lainnya semata-mata sebagai wujud kepedulian untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan daerah.

“Kalau saya, positif saja. Semakin banyak calon semakin bagus. Jadi paslon itu ibarat hidangan, tinggal publik yang memilih sesuai dengan seleranya. Yang jelas, saat ini publik sudah punya pilihan. Dia (masyarakat) suka yang mana itu sudah punya pilihan. Jadi kalau ada nanti muncul calon baru lagi, tapi publik suka sama pilihannya, ya tidak akan berubah. Intinya publik sudah punya pilihan,” kata Sembirang.

Sementara itu pasangan dengan tagline “Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban” Mo-Novi didukung oleh koalisi besar. Diantaranya PKS, PKB, Berkarya dan Nasdem.

Sederet parpol itu pasalnya telah menegaskan secara resmi dengan diterbitkannya SK dukungan oleh DPP partai masing-masing.

Dikabarkan, menyusul Golkar juga akan merapat ke Mo-Novi. Begitupun Hanura dan bahkan sebelumnya PDIP juga menyatakan arah dukungannya untuk pasangan tersebut.

Pasangan ini cukup menjadi perhatian publik. Lantaran hanya pasangan ini yang memiliki calon perempuan sekaligus mewakili kaum hawa di Sumbawa.

Dan merupakan yang pertama jika Kabupaten Sumbawa mendapatkan calon seorang perempuan. Itu artinya, dengan kehadiran Novi menjadi sebuah sejarah baru, terlebih jika kelak pasangan ini mendapatkan mandat dari masyarakat Sumbawa untuk memimpin Sumbawa kedepan.

Dewi Noviany merupakan Balon Wakil Bupati Sumbawa yang berpasangan dengan H. Mahmud Abdullah Calon Bupati Sumbawa atau Wakil Bupati saat Sumbawa saat ini.

Bacawabup Sumbawa itu menegaskan akan siap memperjuangkan hak-hak perempuan di Kabupaten Sumbawa.

“Insya Allah, dengan keberadaan saya sebagai keterwakilan perempuan, tentu akan memperioritaskan kaum perempuan disana (Kabupaten Sumbawa). Intinya, saya ada untuk perempuan Sumbawa,” ujarnya.

Menurut dia, sudah saatnya kaum perempuan di Sumbawa bangkit untuk lebih baik. Dimana dia juga berjanji akan memberdayakan perempuan Sumbawa dalam membangun Kabupaten Sumbawa.

“Jadi bukan hanya berbicara pembangunan fisik atau yang lainnya saja, tapi juga bagaimana agar perempuan-perempuan di Sumbawa bisa muncul ke permukaan. Dan kesetaraan (laki-laki dan perempuan) itu penting,” tegas perempuan yang kerap disapa Novi itu.

Ia melihat sejauh ini respon kaum perempuan di Sumbawa sudah sangat baik kepadanya. Terlebih dengan sisa waktu yang ada, ia menegaskan akan memaksimalkan kembali melalui silaturahim bersama warga.

“Bismillah. Itu yang membuat saya semangat. Ada kepercayaan masyarakat di Sumbawa bahwa perempuan sangat diandalkan untuk memimpin,” kata Dewi Noviany.

NM