Mataram – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram berikan pendampingan kepada UMKM dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana. Dengan kerjasama tersebut, dua tahun pasca gempa, kelompok yang mendapatkan pendampingan tersebut menunjukan peningkatan yang baik.

Semangat bangkitnya UMKM inipun digelar dengan “Temu Bisnis Produk Unggulan UMKM Hasil Pembinaan Pendampingan Ekonomi Masyarakat Terdampak Bencana Gempa” di Mataram pada Kamis (23/7). Agenda ini sebagai salah satu upaya dalam pengembangan pemasaran dan sebagai ajang dukungan pemerintah terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Provinsi NTB.

Panitia penyelenggara kegiatan Sitti Hilyana berharap dengan adanya kegiatan ini dapat mendorong tumbuhnya kesadaran UMKM yang responsif terhadap dunia usaha yang terus berkembang.

“Semoga acara temu bisnis produk unggulan UMKM hasil pembinaan pendampingan ekonomi masyarakat terdampak bencana gempa dapat berjalan dengan lancar dan sukses seiring dengan do’a dan partisipasi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Marwi salah seorang pelaku usaha kopi dari UMKM Benang Stokel, Desa Aik Berik Kabupaten Lombok Tengah mengungkapkan bahwa usahanya pada saat gempa memang sangat menurun, ditambah lagi dengan pandemi Covid-19. Namun hal itu tidak menurunkan semangatnya untuk terus berusaha. Dengan adanya intervensi kebijakan dari pemerintah, maka UKM bisa terus berproduksi di tengah bencana.

“Bersyukurnya ada JPS Gemilang yang dikeluarkan Gubernur, dari BNPB diberikan support dan lembaga-lembaga perbankan sudah mulai melirik UKM-UKM yang ada,” jelasnya.

Hms