Mataram – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi NTB bagikan 1500 Paket Sembako untuk mustahik dan duafa NTB, di Sekretariat Baznas NTB Kompleks Islamic Center, Mataram pada Jumat (15/5).

Kegiatan tersebut dalam rangka membantu pemerintah dalam penanggulangan dampak sosial ekonomi COVID-19, khususnya dalam mengurangi beban hidup masyarakat.

Secara simbolis penyerahan paket sembako dilakukan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah didampingi TGH. Dr. Said Gazali, Lc, MA selaku Ketua Baznas Provinsi NTB.

Pada kesempatan itu, Gubernur mengapresiasi upaya Baznas NTB yang telah menyalurkan paket sembako, hasil pengumpulan zakat, infak, dan sedekah.

Menurut Gubernur, Covid-19 ini bukan hanya mengantisipasi masalah kesehatan, tapi yang lebih signifikan adalah, mengantisipasi dampak sosial ekonomi akibat wabah tersebut.

“Jangan sampai orang tidak punya pekerjaan, tidak punya beras, tidak ada yang diminum, kemudian menjarah yang lain,” kata Gubernur.

Gubernur Zul juga menyampaikan jika NTB termasuk salah satu Provinsi yang berani dengan tidak memberikan uang tunai kepada masyarakat terdampak Covid-19. Melainkan bantuan berupa sembako dan semunya diupayakan dari produk lokal.

“Sumbangan kedepan, usahakan semuanya barang lokal, karena NTB ini jangankan membuat masker, membuat motor listrik saja kita bisa, tapi selama ini UKM kita tidak pernah dikasih kesempatan, bahkan pasar pun tidak disediakan,” tambahnya.

Semua negara berkembang, lanjut Gubernur, ketika proses awal sebuah pembangunan itu selalu kualitasnya lebih rendah dan harga lebih mahal, itu semua terjadi dimana-mana. Pembangunan itu menurutnya bukan semata persoalan kesediaan pangan dan barang, tapi sejatinya sebuah pembangunan adalah sebuah proses besar mengupgrade kemampuan. Dan masyarakat NTB tidak boleh menjadi penonton di tempat sendiri.

“Saya minta, semua lembaga kita disini jangan sekali-kali memberikan bantuan yang tidak lokal, karena, dengan membeli produk UKM kita, usaha saudara-saudara kita semakin menggeliat. Tidak masalah kita beli beras dengan harga yang lebih mahal, tapi produk tersebut hasil dari keringat petani-petani kita semua,” tutup Gubernur.

Sementara itu Ketua Baznas Provinsi NTB TGH. Dr. Said Gazali, Lc, MA mengatakan, khusus untuk penanganan Covid-19, Baznas Provinsi NTB telah menyiapkan dana sebesar 700 juta rupiah, termasuk diantaranya pambagian 10 ribu masker, penyemprotan disinfektan, pembagian hand sanitizer, APD, bantuan kepada marbot, toga dan toma, hingga bantuan kepada cleaning service.

“Mudah-mudahan Baznas Provinsi NTB ke depan bisa semakin eksis dan mampu bersinergi dalam mewujudkan NTB Gemilang,” harapnya.

Hms