Mataram – Seperti mendapat berkahnya bulan Ramadhan, total pasien sembuh dari Pandemi Covid-19 di NTB kini melampaui data kasus yang masih dirawat intensive rumah sakit rujukan. Pemprov NTB seakan mulai melihat kemenangan melawan pandemi, jelang hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah ini. Bagaimana tidak, data terbaru tertanggal 14 Mei 2020, diketahui jumlah pasien sembuh telah mencapai 183 orang dari total sebanyak 356 kasus. Sementara 166 orang pasien lainnya masih dirawat intensive dan dikabarkan dalam kondisi yang terus membaik.

“Dengan adanya tambahan 6 (enam) kasus baru terkonfirmasi positif, 33 tambahan sembuh baru dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (14/5/2020) sebanyak 356 orang, dengan perincian 183 orang sudah sembuh, 7 (tujuh) meninggal dunia, serta 166 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” ungkap Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 Lalu Gita Ariadi melalui rilis resminya pada Kamis (14/5).

Secara trend kasus Covid-19, dalam beberapa hari terakhir penambahan pasien sembuh terus meningkat mengejar jumlah penderita yang masih terkonfirmasi positif. Dan jika keberhasilan ini terus dipertahankan, maka dapat dipastikan seluruh warga masyarakat di NTB dapat melaksanakan ibadah Idul Fitri dengan tenang bersama keluarga dan kerabat.

Meski terjadi angka lonjakan pasien yang sembuh hari ini, namun data harian juga menunjukkan masih terjadi tambahan kasus positif baru dengan jumlah yang mengalami penurunan. Sehingga hal tersebut mengharuskan setiap masyarakat untuk tetap disiplin dengan protokol pencegahan Covid-19 sebagaimana anjuran dan himbauan dari pemerintah.

“Tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Pemerintah memberikan apresiasi yang tinggi kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit,” jelas Gita Ariadi.

Sementara menurut statistik data populasi beresiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar, menempati persentase dengan resiko tertinggi dibandingkan PPTG klaster lain, tenaga medis, Orang Tanpa Gejala (OTG) ataupun Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Sebanyak 1.030 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil reaktif 30 orang (2,9%), 1.753 ODP/OTG diperiksa dengan hasil 100 orang (5,7%) reaktif, 3.272 PPTG dan OTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 548 orang (16,7%%) reaktif, serta PPTG dan OTG perjalanan Bogor dan Jakarta diperiksa 838 orang dengan hasil 24 orang (2,9%) reaktif. Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa Covid-19.

Hingga berita ini diturunkan, disampaikan juga data lain yang turut mengalami fluktuasi yakni jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 809 orang dengan perincian 422 orang (52%) PDP masih dalam pengawasan, 387 orang (48%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 16 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.299 orang, terdiri dari 354 orang (7%) masih dalam pemantauan dan 4.945 orang (93%) selesai pemantauan.

Selain itu jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 4.840 orang, terdiri dari 2.295 orang (47%) masih dalam pemantauan dan 2.545 orang (53%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) sebanyak 56.847 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 5.004 orang (9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 51.843 orang (91%).

Pemprov NTB berpesan agar masyarakat mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang terpercaya, yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Seluruh warga masyarakatpun diminta untuk mengakses laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.

aNd