Mataram – Jumlah pasien Covid-19 yang berhasil disembuhkan oleh tim medis rumah sakit rujukan di NTB terus bertambah, mengejar angka kasus terkonfirmasi positif yang bertahap terus dimutakhirkan. Sebagaimana data kasus Pandemi Covid-19 yang dimutakhirkan Gugus Tugas tertanggal 7 Mei 2020 mencapai 312 kasus, diketahui jumlah pasien sembuh mencapai 30 persen dari total kasus atau sebanyak 81 orang. Sementara angka kematian baru bertambah 1 orang sehingga menjadi 6 kasus kematian akibat Covid-19 di NTB.

Namun meski demikian dari 225 orang yang kini masih menjalani perawatan intensive rumah sakit, dikabarkan dalam kondisi membaik. “Dengan adanya tambahan 12 kasus baru terkonfirmasi positif, 23 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (7/5/2020) sebanyak 312 orang, dengan perincian 81 orang sudah sembuh, 6 (enam) meninggal dunia, serta 225 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” ungkap Lalu Gita Ariadi, Sekda NTB yang sekaligus sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB dalam keterangan tertulisnya.

Iroisnya dari data penambahan kasus hari ini, terdapat rincian pasien yang masih dalam usia anak, sehingga menambah daftar panjang pelibatan anak – anak dalam Pandemi Corona jenis baru ini. Bahkan diantaranya diketahui berusia 2 bulan tanpa riwayat penularan baik dari anggota keluarga terdekat dan tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit.

Karenanya Pemprov NTB berharap agar setiap masyarakat untuk saling melindungi diri, khususnya pengawasan bagi kelompok usia rentan penyakit seperti lansia dan anak – anak yang berada di daerah dengan transmisi lokal. Masyarakat juga diminta untuk bersikap koperatif terhadap pendataan riwayat sehingga memudahkan gugus tugas melakukan deteksi.

“Diingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa penyakit Covid-19 ini bukanlah suatu aib. Kita semua tidak ingin penyakit ini menimpa diri kita dan orang-orang terdekat yang kita sayangi. Oleh karenanya, jika ada diantara saudara-saudara kita yang positif Covid-19 hendaknya tidak dikucilkan. Justeru kita semua harus bersama-sama bergotong royong, menyemangati serta membantu memenuhi keperluan selama masa karantina dan penyembuhannya,” tegas Gita Ariadi dalam rilis tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, disampaikan juga data lain yang turut mengalami fluktuasi yakni jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 663 orang dengan perincian 424 orang (64%) PDP masih dalam pengawasan, 239 orang (36%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 16 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.165 orang, terdiri dari 518 orang (10%) masih dalam pemantauan dan 4.647 orang (89%) selesai pemantauan.

“Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 3.848 orang, terdiri dari 1.983 orang (52%) masih dalam pemantauan dan 1.865 orang (48%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid- 19 sebanyak 55.054 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 7.195 orang (13%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 47.859 orang (87%),” terangnya.

aNd