Mataram – Data penderita Covid-19 di Nusa Tenggara Barat hari ini, dimutahirkan kembali dengan penambahan 18 kasus positif baru, dari 131 sample yang dilakukan swab. Sebagaimana data resmi yang dirilis Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB tertanggal 03 Mei 2020, bahwa total sementara kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di NTB mencapai 268 kasus. Dari data sementara ini terdapat rincian pasien sembuh yang kini mencapai 43 orang, bertambah 7 pasien sembuh baru dari sebelumnya 36 orang. Dikabarkan juga terdampat 5 orang meninggal dari total data sementara tersebut, dan 250 pasien positif lainnya masih menjalani perawatan intensive medis dengan kondisi yang semakin membaik.

Pada penambahan kasus inipun masih membawa riwayat klaster Gowa Makasar, yang secara berangsur dapat di lokalisasi oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di seluruh Kabupaten dan Kota. Secara sebaran zona merah, Kota Mataram menempati urutan teratas dengan jumlah penderita Pandemi tertinggi mencapai 86 kasus, kemudian disusul oleh Kabupaten Lombok Barat dengan 39 kasus dan Kabupaten Dompu dengan 38 kasus penderita.

“Dengan adanya tambahan 18 kasus baru terkonfirmasi positif, 7 (tujuh) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (3/5/2020) sebanyak 268 orang, dengan perincian 43 orang sudah sembuh, 5 (lima) meninggal dunia, serta 250 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” ungkap Lalu Gita Ariadi, Sekda NTB yang sekaligus sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB dalam keterangan tertulisnya.

Sementara menurut statistik data populasi beresiko, Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar dan terkonfirmasi positif Covid-19, masih menjadi ancaman dengan persentase resiko tertinggi dibandingkan klaster lain.

Hingga berita ini diturunkan, data lain yang juga turut meningkat yakni jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang mencapai 598 orang dengan perincian 400 orang (67%) PDP masih dalam pengawasan, 198 orang (33%) PDP selesai pengawasan atau sembuh, dan 16 orang PDP lainnya meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.087 orang, terdiri dari 737 orang (14%) masih dalam pemantauan dan 4.350 orang (86%) selesai pemantauan.

“Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 3.290 orang, terdiri dari 2.018 orang (61%) masih dalam pemantauan dan 1.272 orang (39%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 53.876 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 9.918 orang (18%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 43.958 orang (82%),” terang Gita Ariadi dalam rilis resminya.

Seiring dengan terus meningkatnya jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19, Pemprov NTB pun semakin memperkuat strategi pencegahan termasuk melokalisasi penderita dari kontak dengan warga lain. Dengan cara melakukan tes swab kepada mereka yang berpotensi seperti ODP, PDP dan PPTG sebagai langkah antisipasi untuk mempercepat identifikasi serta penanganan kasus. Kemudian melakukan mengawasan dan isolasi ketat, serta penanganan medis yang cepat terhadap Pandemi Covid-19.

Selain itu juga terus melakukan sosialisasi melekat, dari seluruh elemen masyarakat hingga ke tingkat desa tentang pentingnya saling melindungi diri dan menerapkan protokol kesehatan yang benar. Karenanya Pembatasan Sosial Berbasis Lingkungan (PSBL) diterapkan di Kota Mataram, selain itu Pembatasan Sosial Berbasis Desa/Dusun (PSBD) juga sudah diterapkan di Kabupaten lainnya agar terus diintensifkan pelaksanaannya.

“Masyarakat sebagai garda terdepan perang melawan wabah ini harus kompak dan bersatu untuk disiplin memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 secara ketat. Kerja sama pemerintah bersama masyarakat menjadi faktor paling penting untuk memutus mata rantai wabah ini. Masalah Covid- 19 hanya bisa dicegah dengan sikap kepatuhan dan disiplin dari kita semua,” tandasnya.

aNd