Mataram – Data penderita Covid-19 di Nusa Tenggara Barat hari ini, dimutahirkan dengan penambahan 15 kasus positif baru, dari 105 sample yang dilakukan swab. Sebagaimana data resmi yang dirilis Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB tertanggal 26 April 2020, bahwa total sementara kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di NTB mencapai 195 kasus. Dengan rincian 23 orang dinyatakan sembuh, 4 orang meninggal dunia dan 161 orang masih menjalani perawatan intensive tim medis dalam kondisi baik.

Total catatan kasus inipun tersebar di seluruh Kabupaten – Kota, dan masih didominasi oleh klatser Gowa Makassar, atau orang yang pernah melakukan perjalanan ke daerah tersebut. Sementara dari total penambahan kasus baru, jumah positif Covid-19 yang terkonfimasi hari ini di dominasi dari daerah Kabupaten Dompu. Dengan adanya penambahan inipun, Kabupaten Dompu kini menempati urutan kedua sebagai daerah dengan jumlah penderita terbanyak setelah Kota Mataram, dan melewati Kabupaten Lombok Barat juga Kabupaten Lombok Timur.

“Dengan adanya tambahan 15 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 2 (dua) orang tambahan sembuh, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (26/4/2020) sebanyak 195 orang, dengan perincian 23 orang sudah sembuh, 4 (empat) meninggal dunia, serta 164 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” ungkap Lalu Gita Ariadi, Sekda NTB yang sekaligus sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB dalam keterangan tertulisnya.

Sementara menurut statistik data populasi beresiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar, menempati persentase dengan resiko tertinggi dibandingkan PPTG klaster lain, tenaga medis, Orang Tanpa Gejala (OTG) ataupun Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Sebanyak 522 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil tidak ada yang reaktif, 1.093 ODP/OTG diperiksa dengan hasil 47 orang (4,3%) reaktif, dan 1.996 PPTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 451 orang (22,6%) reaktif, serta PPTG perjalanan Bogor diperiksa 101 orang dengan hasil 14 orang (13,9%) reaktif. Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa Covid-19,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, data lain yang juga turut meningkat yakni jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang mencapai 460 orang dengan perincian 297 orang (65%) PDP masih dalam pengawasan, 163 orang (35%) PDP selesai pengawasan, dan 15 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 4.782 orang, terdiri dari 841 orang (18%) masih dalam pemantauan dan 3.941 orang (82%) selesai pemantauan.

“Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 2.591 orang, terdiri dari 1.757 orang (68%) masih dalam pemantauan dan 834 orang (32%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid- 19 sebanyak 48.436 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 13.199 orang (27%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 35.237 orang (73%),” terang Gita Ariadi dalam rilis resminya.

Pemprov NTB berpesan agar masyarakat mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang terpercaya, yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Seluruh warga masyarakatpun diminta untuk mengakses laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir,” tutupnya.

aNd