Mataram – Data sementara jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Nusa Tenggara Barat terus bertambah. Sebagaimana data resmi yang dirilis Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB tertanggal 25 April 2020, bahwa virus corona jenis baru ini telah menjangkiti 180 orang. Dengan rincian 21 orang dinyatakan sembuh, 4 orang meninggal dunia, 155 orang masih menjalani perawatan intensive tim medis dan dikabarkan dalam kondisi baik.

Total catatan kasus inipun tersebar di seluruh Kabupaten – Kota, dan didominasi oleh warga yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.

“Dengan adanya tambahan 15 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 1 (satu) orang tambahan kasus sembuh, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (25/4/2020) sebanyak 180 orang, dengan perincian 21 orang sudah sembuh, 4 (empat) meninggal dunia, serta 155 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” ungkap Lalu Gita Ariadi, Sekda NTB yang sekaligus sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB dalam keterangan tertulisnya.

Dari data 15 orang penambahan baru terkonfirmasi Covid-19 hari ini, terdapat satu diantaranya yang dimungkinkan terjangkit dari sebaran transmisi lokal. Yakni penderita dengan nomor 170, warga berinisial ‘M’ (58) perempuan asal Kelurahan Ampenan Utara Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Sebagaimana arahan Kementerian Kesehatan RI bahwa tiga dari 10 daerah zona merah di NTB ditetapkan sebagai klaster lokal yang harus diwaspadai.

“Pasien nomor 170, an. Ny. M, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik,” sebutnya.

Sementara menurut statistik data populasi beresiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar, menempati persentase dengan resiko tertinggi dibandingkan PPTG klaster lain, tenaga medis, Orang Tanpa Gejala (OTG) ataupun Orang Dalam Pemantauan (ODP). Dari 1.894 PPTG klaster Gowa Makassar, diketahui 423 orang atau berkisar 22,3% reaktif terhadap gejala Covid-19. Namun meski demikian metode uji swab tetap harus dilakukan sebagai tindak lanjut hasil diagnosa medis yang akurat.

“Sebanyak 522 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil tidak ada yang reaktif, 1.093 ODP/OTG diperiksa dengan hasil 28 orang (2,5%) reaktif, dan 1.894 PPTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 423 orang (22,3%) reaktif, serta PPTG perjalanan Bogor diperiksa 101 orang dengan hasil 14 orang (13,9%) reaktif. Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa Covid-19,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, data lain yang juga turut meningkat yakni jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang kini mencapai 436 orang, dengan perincian 278 orang (64%) PDP masih dalam pengawasan, 158 orang (36%) PDP selesai pengawasan atau sembuh, dan juga terdapat 15 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 4.742 orang, terdiri dari 832 orang (18%) masih dalam pemantauan dan 3.910 orang (82%) selesai pemantauan.

“Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 2.458 orang, terdiri dari 1.683 orang (68%) masih dalam pemantauan dan 775 orang (32%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid- 19 sebanyak 47.617 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 13.346 orang (28%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 34.271 orang (72%),” terang Gita Ariadi dalam rilis resminya.

Pemprov NTB berpesan agar masyarakat mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang terpercaya, yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Seluruh warga masyarakatpun diminta untuk mengakses laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir,” tutupnya.

aNd