Mataram – Gubernur NTB Zulkieflimansyah seakan tak henti untuk mengingatkan tentang pentingnya sosial berjarak untuk mengantisipasi sebaran Covid-19 diberbagai kesempatan. Seperti saat menghadiri acara Simakrama dengan umat Hindu yang berlangsung di Pura Jagatnatha Mayura Cakranegara pada Sabtu (20/3).

“Social distancing itu perlu, guna mengantisipasi kemungkinan terburuk kalau yang terburuk itu terjadi pada kita,” ungkapnya.

Melalui Simakrama yang juga dirangkai dengan Rsi Bhojana menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1942/2020 Masehi ini, Gubernur mengimbau masyarakat agar kewaspadaan serta kekhawatiran pada virus corona tidak menimbulkan kecemasan dan ketakutan berlebihan. Karena menurutnya, kecemasan yang berlebihan akan menghilangkan akal sehat, sehingga membuat orang kesulitan untuk menilai informasi yang baik dan benar.

“Mudah-mudahan inilah cara yang maha kuasa menghimpun kita bersama, apa lagi kita akan merayakan hari raya Nyepi upaya untuk transendensi menghadapi kesunyian, keheningan, sehingga kita sadar betapa kecilnya kita dihadapan yang Maha Kuasa,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Simakrama, I Gede Putu Aryadi, berharap agar pemimpin dan semua masyarakat di Nusa Tenggra Barat mendapatkan keselamatan dan dijauhkan dari wabah corona.

Aryadi juga mengingatkan selain menerapkan social dengan jarak tatap muka, penting juga untuk menjaga lingkungan dan bersahabat dengan lingkungan.

“Dengan adanya wabah ini, maka perayaan Hari Nyepi, kita dituntut untuk lebih banyak merenungkan, mengungjungi pura yang ada di dalam hati kita masing-masing, karena kebahagian terletak disitu,” tutupnya.

Hms