Mataram – Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB berbenah mengikuti perkembangan daerah yang menyongsong konsep medical tourisme. Konsep pembangunan yang ramah pelayanan dan nyaman masih menjadi prioritas utama, disamping pembangunan sarana dan prasarana pendukung juga pemenuhan peralatan kesehatan berstandar internasional. Waka Polda NTB Asby Mahyuza saat temu wartawan pada Senin (16/3) mengapresiasi progres pengembangan pembangunan RS Bhayangkara yang trandnya mengikuti konsep pembangunan ramah masyarakat.

“Pembangunan RS Bhayangkara dengan mengikuti perkembangan jaman, trandnya sudah hampir sama dengan mall. Bahkan ditempat lain sudah digabung dengan pusat perbelanjaan dan pelayanan lain. Sehingga kita berharap rumah sakit ini bisa seperti itu agar rumah sakit ini tidak menjadi tempat yang menakutkan bagi masyarakat,” katanya.

Dengan pemenuhan fasilitas yang memadai, Wakapolda meyakini bahwa rumah sakit Polda NTB ini siap untuk menerima pasien dengan keluhan penyakit apapun, tanpa terkecuali wabah penyakit yang saat ini sedang merebak yakni Covid-19. Ia mengatakan peran masyarakat khususnya tenaga medis, harus mampu membangun kondisi yang menyikapi wabah virus corona dengan bijak tanpa membuat panik. Terlepas penyakit tersebut merupakan pandemi yang berbahaya.

Sikap yang bijak menyikapi corona, lanjut jenderal bintang satu ini, perlu dilakukan agar situasi kamtibmas tetap tercipta disamping ketahanan ekonomi masyarakat tetap terjaga.

“Jika NTB kondusif tentunya akan memberi kepercayaan baik bagi iklim investasi sehingga berdampak bagi fluktuasi ekonomi. Rumah Sakit Bhayangkara siap menampung jika ada yang terdampak corona ataupun yang terburuk lagi. Kita harus siap mengatasi permasalahan masyarakat. Hanya saja kita tetap berharap agar jangan sampai itu terjadi,” tegasnya.

Disisi lain Brigjen Pol Asby Mahyuza juga memberikan tips cara penanganan dini yang patut dilakukan masyarakat jika mengalami gejala – gejala gangguan kesehatan yang dicurigai sebagai akibat virus corona. Tips itu berupa pengobatan ala kampung, yang memanfaatkan media irisa bawang sebagai penyerapan penyakit.

“Untuk mengobati penyakit ini coba dengan irisan bawang merah. Coba saja. Karena bawang ini dipercaya baik untuk menyerap penyakit. Tapi mungkin disini sudah tidak ada lagi yang menggunakan cara seperti itu karena terkesan kampungan. Tapi bisa dibuktikan itu sudah menjadi tradisi dan baik untuk mengurangi penyakit,” pungkasnya.

Kepala Rumah Sakit AKBP Tresna juga menegaskan jika RS Bhayangkara siap mendukung upaya pemerintah untuk mencegah sebaran corona. Ia mengatakan bahwa pihaknya siap membantu pemerintah untuk melakukan deteksi pasien terjangkit corona.

“Kita sudah melaksanakan simulasi dengan tim bhayangkara. Kita rutin melakukan desinveksi. Untuk peralatan sesuai dengan protap jadi kita siap untuk penanganan corona,” katanya.

aNd