Mataram – Tanwir ke XXVIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) resmi ditutup di Mataram pada Sabtu (8/2). Penutupan temu keluarga besar IMM se Indonesia ini, dihadiri oleh Wakapolri dan Gubernur NTB. Dalam sambutannya, Gubernur meminta agar generasi maju khususnya IMM, harus memiliki kemampuan pola pikir baru untuk meraih cita – cita seiring dengan perkembangan zaman.

“Sekarang tidak lagi zamannya kita berpikir meraih sesuatu dengan demonstrasi. Zaman sudah berubah dengan kemajuan teknologi, sebentar lagi kita akan punya mobil listrik dan kemajuan teknologi lainnya,” ujar Gubernur NTB.

Selain itu, Gubernur juga berharap agar generasi muda IMM terus memperkaya diri dengan meningkatkan kemampuan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Pengurus IMM tidak hanya sekedar menjadi ketua saja, namun harus mampu memperkaya apa dan mengimpelentasikan ide dan gagasan yang ada dalam pikirannya untuk kemajuan bangsa.

Bagi pemerintah provinsi, hal ini yang menjadi pemikiran pemerintah untuk mengirim mahasiswa NTB menempuh pendidikan di luar negeri. Selain untuk memperluas wawasan, juga untuk menumbuhkan rasa nasionalisme kebangsaan yang tinggi kepada generasi muda Indonesia.

Dengan terbukanya wawasan dan rasa nasionalisme generasi muda, ia berharap tidak ada lagi sikap-sikap kesukuan, kedaerahan dalam diri generasi muda, yang ada adalah rasa ke Indonesiaan. Sehingga tidak ada lagi sikap primordialisme pada generasi muda di Indonesia.

“Kita mengirim generasi muda bersekolah ke luar negeri, bukan karena kualitas pendidikan dalam negeri tidak bagus. Kualitas pendidikan kita luar biasa di dunia, namun ini untuk menambah wawasan dan rasa nasionalisme generasi muda kita,” ujarnya.

Gubernur berharap generasi muda Muhammadiyah akan mampu memberikan kontribusi besar dengan mampu menangkap sinyal-sinyal perubahan agar mampu tampil sebagai agen perubahan bagi kemajuan bangsa.

Wakapolri dalam kuliah umumnya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Gubernur NTB saat ini. Dengan melakukan pengiriman mahasiswa keluar negeri adalah hal yang luar biasa, untuk membangun rasa nasionalisme dan menghilangkan sikap primordialisme generasi muda. “Seribu mahasiswa keluar bersekolah ke luar negeri, ini luar biasa,” ujarnya.

Menurut Wakapolri, program ini patut untuk dicontoh, untuk terus membangun wawasan yang luas bagi generasi muda, serta untuk membangun rasa nasionalisme yang tinggi bagi generasi muda indonesia.Ia juga memberikan apresiasi kepada generasi muda Muhammadiyah yang telah melaksanakan musyawarah, merumuskan permasalahan dengan aman dan damai.

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram Arsyad Gani, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Tanwir IMM di NTB dengan aman dan damai. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur NTB dan Kapolda, yang telah membuat NTB aman dan nyaman, sehingga kegiatan dapat berjalan lancar.

Hms