Mataram – Warga Dusun Kebun Indah Desa Sesela Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat punya cara menarik untuk menggeliatkan kebersihan lingkungan sekaligus membuat asri lingkungan sekitarnya. Hanya dengan bermodal cat dan canvas, tembok – tembok komplek yang sebelumnya tampak lusuh dan kering, kini disulap menjadi pemandangan yang unik dan bersih. Meski tanpa skill melukis yang mumpuni, namun karya lukis para pemuda ini mengundang daya tarik setiap warga yang melintas untuk turut mengindahkan pesan – pesan yang terlukis pada dinding tersebut.

Gambar-gambar indah tersebut sengaja dibuat selain untuk memperindah lingkungan pemukiman, juga untuk mengkampanyekan kebersihan sungai didusun setempat. Inisiator gerakan inipun dirintis oleh Kepala Desa setempat H. Abu Bakar.

“Disini aliran kali untuk irigasi warga ini mengaliri empat dusun di perkampungan kami, blok 3 dan 4 kami lukis dengan gambar 3 Dimensi, blok 1 tema tanaman dan huruf hijaiyah, blok 2 pernak-pernik untuk pengajaran anak-anak agar cepat membaca,” ujar Ketua Pemuda Dusun Kebun Indah Ahmad Fathony pada Kamis (6/2).

Kreatifitas berbuah manis inipun, hanya dibangun dengan anggaran swadaya bersama. Karenanya melukisnya pun hanya menggunakan gradasi warna dengan cara ngeblat.

Awalnya ide para remaja yang digerakkan oleh Kepala Desa ini menuai cibiran berbagai pihak. Namun upaya ini tetap berjalan dengan semangat kebersihan guna memperindah sepanjang aliran selokan agar tidak kotor seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kini, semua warga terlibat. Dari anak-anak hingga semua pemuda empat dusun, bergotong-royong melukis 3D bertema keindahan sungai. Gambar itupun sengaja dibuat, seakan-akan sepanjang jalan kampung adalah aliran sungai, yang ada ikan koinya sedang berenang.

“Tema gambar 3 dimensi ini maksudnya aquarium. Tapi jadinya seperti aliran sungai yang juga ada ikan koinya,” ucap Fathony.

Tak hayal kreatifitas gambar 3D yang dibuat di tembok sepanjang aliran selokan kampung tersebut menarik perhatian warga dari luar perkampungan. Terlebih setelah banyak warga yang berswafoto dan diunggah di media sosial.

Seperti yang dituturkan Acok, warga Mavila, Labuapi, Lobar yang datang hanya membayar penasarannya terkait kreatifitas generasi muda Dusun Kebun Indah menggamabar tembok di sepanjang aliran kali yang awalnya kotor itu. Namun kini tampak bersih.

“Saya penasaran setelah melihat Facebok teman saya. Setelah sampai sini memang bagus untuk foto-foto. Apalagi, kali yang dulu kotor kini mulai bersih. Makanya saya sempatkan untuk berswafoto,” tandasnya.

dbd