Mataram – Pencurian kendaraan bermotor kian marak di wilayah hukum Polda NTB seiring dengan upaya Kepolisian mengungkap sejumlah kasus curanmor berdasarkan laporan yang diterima. Seakan tak pandang bulu, rentetan kasus curanmor inipun menjerat sejumlah pelaku, yang selalu beralasan melancarkan aksinya karena faktor ekonomi sulit.

Seperti curanmor yang dilakukan oleh seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Mataram, berinisial ‘RU’ 27 tahun asal Monjok Cakranegara yang nekad mencuri motor karena membutuhkan uang. Upayanya itupun didukung dengan adanya kesempatan. Konci motor korban kala itu, masih tertancap di motor sehingga memudahkan RU untuk melancarkan aksinya.

Aksi RU terungkap setelah motor hasil curian masih dikuasainya. Berselang beberapa hari sejak laporan korban diterima Polsek Cakranegara, teman dekat pelaku meminjam kendaraan curian itu. Kendaraan itupun sempat melintas diwilayah korban, sehingga langsung dikenali oleh kerabat korban hingga dari temannya itu polisi berhasil mencokok pelaku RU di kosannya.

“Motor ini dipinjam oleh pacarnya. Karena pacarnya ini tidak tahu kalau motor itu curian, dia melintas di wilayah pemilik motor, depan rumah korban sehingga motor itu langsung dikenali. Dari pacarnya itu polisi diarahkan menuju penangkapan pelaku,” ujar Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto di Mapolda NTB pada Selasa (4/2).

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara.

aNd