Mataram – Pemerintah Provinsi NTB fokus menyelesaikan masalah sampah dari hulu atau dari lingkungan terkecil masyarakat, yaitu keluarga. Wakil Gubernur NTB, Siti Rohmi Djalilah saat membuka acara Sosialisasi Kampanye Pilah Sampah Berbasis Rumah Tangga Bagi Organisasi Wanita se-Provinsi NTB oleh Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi (BKOW) NTB di Aula Pendopo Wakil Gubernur NTB di Mataram pada Selasa (21/01), menyampaikan bahwa mewujudkan lingkungan NTB yang Zero Waste atau Bebas Sampah merupakan sebuah program merubah mindset masyarakat. “Merubah mindset berarti merubah kebiasaan masyarakat melalui edukasi yang berkesinambungan,” ujarnya.

Wagub mengatakan bahwa edukasi pemilahan sampah harus dimulai dari keluarga. Dalam hal ini, para ibu rumah tangga mempunyai peran strategis untuk dapat merubah mindset mengenai sampah dari lingkungan keluarganya sendiri. Karenanya sosialisasi dan pelatihan mengenai pemilahan sampah dari rumah sekaligus mengolahnya inipun penting dilakukan. Sehingga nantinya, ibu-ibu BKOW NTB ini tak hanya dapat memperaktekan langsung di rumah masing-masing. Tetapi juga ikut mensosialisasikan hal serupa di organisasi maupun dusun masing-masing melalui Posyandu Keluarga.

“Memang butuh waktu untuk merubah mindset masyarakat. Di negara maju saja dibutuhkan kurang lebih 10 tahun untuk membentuk sebuah system. Saya yakin warga NTB tidak sulit, selama kabupaten, kota, dan desa merespon dengan baik program ini,” kata Rohmi.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, Ir. Madani Mukarom, yang juga hadir pada acara tersebut menjelaskan hingga saat ini jumlah Bank Sampah sudah mencapai 473 unit yang tersebar di seluruh daerah di NTB. Bank sampah yang terbentuk dari dana APBD di tahun 2018 sebanyak 50 unit, tahun 2019 sebanyak 74 unit, sedangkan sisanya merupakan Bank Sampah Mandiri bentukan masyarakat dan komunitas.

Hal ini menurutnya membuktikan bahwa antusiasme masyarakat mengenai Zero Waste ini mulai terbentuk. Sehingga diharapkan tahun ini seluruh desa membentuk bank sampah di 1.100 bumdes di NTB. “Kita harapkan semuanya bisa bekerjasama mewujudkan NTB Asri dan Lestari,” terangnya.

com_info