Lombok Barat – Gubernur NTB Zulkieflimamsyah didampingi Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, meresmikan Bale Mediasi di Desa Sigerongan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat pada Rabu (8/1).

Gubernur berharap, kehadiran Bale Mediasi mampu memberi perannya tersendiri, utamanya dalam menyelesaikan persoalan komunal yang tidak harus diselesaikan melalui tahapan hukum pengadilan.

“Kalau masih di mediasi dengan cara yang seksama dalam tempo sesingkat-singkatnya, saya kira akan banyak hal baik yang dilahirkan dari Nusa Tenggara Barat ini,” ucap Gubernur.

Mewakili Pemerintah, Gubernur Zul mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mengupayakan berdirinya Bale Mediasi di NTB.

Sebelumnya, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, mengajak masyarakat untuk selalu mengutamakan perdamaian. Ia mengatakan, perdamaian harus dijunjung tinggi apabila ada konflik ataupun sengketa yang terjadi.

Fauzan lalu menyebut tradisi “Begundem” yang sudah lama diterapkan pada kehidupan bermasyarakat. Tradisi yang menurutnya mulai menghilang ini merupakan suatu cara untuk mendamaikan apabila terjadi konflik.

“Saat ini, masyarakat kita, permasalahan sedikit- sedikit dibawa ke polisi, dibawa ke kejaksaan. Saya yakin ini juga salah satu sebabnya adalah kita melupakan tradisi, nilai-nilai yang tumbuh di masyarakat,” ungkap Fauzan.

Fauzan pun turut mengapresiasi Balai Mediasi Provinsi NTB yang dianggapnya membantu menumbuhkan kembali nilai-nilai kehidupan yang ada di dalam masyarakat. Membangun kembali kearifan lokal juga dinilai dapat memberi banyak hal-hal positif kepada masyarakat.

“Alhamdulillah di Lombok Barat kita sambut inisiasi dari Ketua Balai Mediasi Provinsi NTB. Hari ini di Desa Sigerongan kita resmikan, dan desa-desa lain se-Lombok Barat juga akan kita bangun,” kata Fauzan.

Desa Sigerongan yang terdiri dari enam dusun dengan jumlah penduduk 6.144 jiwa selalu berusaha untuk bersinergi dalam membangun desa. Selain Bale Mediasi, Desa Sigerongan juga telah mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang merupakan BUMDes pertama di Kecamatan Lingsar. Selain itu juga terdapat fasilitas pengolahan sampah sebagai bentuk dukungan program Zero Waste akan dibangun pada tahun ini.

Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur NTB dan juga Bupati Lombok Barat. Gubernur juga turut menyaksikan penandatanganan kesepakatan perdamaian antara pihak-pihak yang melakukan mediasi. Antara lain, kesepakatan perdamaian pencemaran lingkungan limbah kotoran ternak sapi dan kesepakatan perdamaian pada proses adat istiadat merarik. BUMDes Desa Sigerongan juga dikunjungi Gubernur pada lawatannya kali ini.

Hms