Lombok Tengah – Kunjungan Kerja Menteri Kelautan dan Perikanan beserta rombongan di Pelabuhan Teluk Awang Pujut Lombok Tengah pada Kamis (26/12), menjadi jawaban permasalahan nelayan. Terutama terkait dengan Permen KP nomor 56 tahun 2016 dan status pelabuhan nelayan Teluk Awang. Pasalnya, pada tahun 2020 mendatang, sejumlah fasilitas yang dibutuhkan di Pelabuhan Awang, Kabupaten Lombok Tengah, akan dilengkapi melalui bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dukungan pembangunan fasilitas ini dimaksudkan untuk mendorong peningkatan produktivitas serta aktivitas nelayan di Kabupaten Lombok Tengah.

“Tentang lahan yang ada di sekitar sini, ada sekitar 19 hektar, masih kurang cold storage, begitu saya masuk, ini yang kurang, bangunannya juga sudah berantakan. Daerah ini akan menjadi destinasi wisata andalan Indonesia, Mandalika. Kan tidak lucu, kalau Mandalikanya bagus, di sini tidak bagus,” ungkapnya.

Karena itu, Manteri Edhy Prabowo memerintahkan Dirjen Perikanan Tangkap untuk merealisasikan apa yang dibutuhkan masyarakat, mulai Januari 2020. Cold storage juga akan dilengkapi dengan menghadirkan industri yang dibutuhkan para nelayan. Hanya saja lanjutnya, dibutuhkan kerjasama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Sehingga, apa yang direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik dan sukses.

Selain itu, Menteri KP juga akan segera merilis izin kapal yang akan beroperasi di pelabuhan khusus bagi nelayan tersebut.

“Izin kapal, kita usahakan paling lambat satu jam selesai,” katanya.

Untuk kapal di bawah 30 GT lanjutnya, izinnya dikeluarkan di pemerintah provinsi dan kabupaten. Sementara di atas 30 GT dikeluarkan oleh pusat.

“Kalau ada kapal di bawah 30 GT, tiba tiba harus melaut, melalui laut di luar provinsi, bisa langsung mengusulkan izinnya ke pusat. Mudah izinnya sekarang,” jelasnya.

Edhy Prabowo berpesan jika semua rencana itu telah direalisasikan, Ia meminta masyarakat untuk menjaga lingkungan. Hal ini menurutnya dami keberlangsungan habitat ikan, lobster serta potensi laut lainnya.

Hms