Mataram – Puncak rangkaian Hari Ulang Tahun Ke-61 Provinsi Nusa Tenggara Barat (HUT NTB) digelar dengan tasyakuran di halaman Kantor Gubernur NTB pada Rabu (18/12). Hadir juga Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, selaku tamu yang sengaja diundang sebagai bentuk harmonisasi serta sinergi dengan Ibu Kota Negara.

“Terimakasih kepada pak Anies Baswedan telah menyempatkan diri hadir pada acara ini, di balik kesibukannya, beliau menyempatkan diri untuk datang. Saya kalau berbicara NTB ini sejarahnya sangat panjang, dan saya ingin berbagi panggung untuk bercerita tentang NTB kepada saudara saya yang menjadi partner diskusi,” kata Gubernur NTB.

Gubernur mempersilakan Wakil Gubernur untuk naik panggung selaku partner diskusinya dalam membangun NTB. Ia meminta Wakil Gubernur untuk menyampaikan secara singkat program-program yang sedang dijalankan saat ini.

“Bapak ibu, pak Anies, ada beberapa program yang sedang kami jalani, bapak ibu pasti sudah sering mendengar kata industrialisasi. Industrialisasi ini bukan teori kami bukan narasi dari Zul-Rohmi, tapi memang suatu keniscayaan yang harus dilalui oleh sebuah daerah seperti Nusa Tenggara Barat ini untuk mencicipi kemakmuran,” terang Gubernur membuka sambutannya.

Dipanggung kebesaran itu juga, Wakil Gubernur menjelaskan beberapa program prioritas yang sedang dijalankan oleh pemerintah daerah, diantaranya program zero waste dan program Revitalisasi Posyandu.

“Saya jelaskan sedikit tentang Posyandu, kita tau Posyandu ini dilakukan di seluruh wilayah Indonesia setiap bulan. Kami di NTB ini ingin bagaimana Posyandu itu lebih berdaya, tidak saja untuk promotif preventif untuk kesehatan, tetapi juga masalah-masalah sosial,” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa bagi pemerintah NTB masalah-masalah sosial diantaranya pernikahan anak, buruh migran, masalah narkoba dan lainnya dapat teratasi melalui Posyandu. Posyandu ini disebut Posyandu keluarga yang melayani dari anak-anak sampai Lansia.

“Terkait dengan program lainnya, zero waste, Alhamdulillah respon dari program ini sangat luar biasa, salah satunya Lombok Timur yang memiliki 250 lebih desa, semuanya komit membuat bank sampah minimal satu di desanya untuk membawa NTB ini bersih asri dan lestari,” terangnya.

Dalam kesempatan itu juga Wagub meminta agar masyarakat NTB menjaga keindahan dan kehijauan alam NTB agar dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya. Ia berterimakasih kepada seluruh pihak yang ikut mendukung program-program pemerintah provinsi NTB hingga berjalan lancar seperti saat ini.

Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng bersama. Berbagai pagelaran seni, juga memeriahkan acara malam tasyakuran tersebut. Mulai dari pagelaran busana oleh Dekranasda NTB, musik tradisional hingga tarian-tarian tradisional yang berasal dari berbagai daerah di NTB.

Hms