Mataram – Ketua TP. PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, menghadiri giat Rencana Aksi Daerah (RAD) di Lombok Plaza pada Kamis (12/12).

Kepada peserta RAD Model Ketahanan Keluarga di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2019 ini, Ia mengingatkan bahwa peningkatan Sumber Daya Manusia dimulai dari unit yang terkecil, yaitu keluarga.

“Pembangunan SDM semuanya bermula dari keluarga. Keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat, sebagai pembentuk individu-individu yang sangat berperan penting dalam peningkatan SDM,” ungkapnya.

Menurut Niken, NTB dinilai sebagai provinsi yang indeks ketahanan keluarganya masih sangat perlu ditingkatkan lagi. “Hal yang kita lakukan ini, memang tidak mudah, akan tetapi dengan kita bekerja sama, membuat rencana aksi bersama, maka akan mulai terlihat peta-peta yang akan menjadi acuan langkah berikutnya,” ujarnya.

Meski demikian ia menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Pemberdayaan, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB, yang telah menginisiasi rangkaian kegiatan dalam penguatan di hulu tersebut.

“Kita ini sedang memperbaiki secara sistemik, mulai dari hulu ke hilirnya. Apabila di hilirnya kita punya keluarga yang kuat, keluarga berketahanan maka, kita bisa cegah semua masalah masalah yang terjadi di hilir,” tuturnya.

Niken juga mengungkapkan rasa bahagianya atas konsistensi Provinsi NTB, di dalam melaksanakan ketahanan keluarga secara terkoordinasi.

“Kita harus terus saling berkoordinasi, saling menyemangati dan memotivasi, bahwa suatu saat nanti NTB akan menjadi suatu Provinsi yang memiliki keluarga-keluarga yang kuat dan tangguh sehingga SDM-nya pun menjadi SDM yang pula tangguh,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Provinsi NTB, Andi Pramaria, menyampaikan bahwa RAD ini ditujukan untuk mengetahui kondisi ketahanan keluarga dan menyusun aksi-aksi kegiatan yang akan dilakukan 2020, serta di tahun-tahun berikutnya.

HMs