Mataram – Gubernur dan Wakil Gubernur NTB bersama Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pimpin rapat Evaluasi progres pembangunan Smelter PT. Aman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang berlokasi di Kabupaten Sumbawa Barat. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Utama (RRU), Kantor Gubernur NTB pada Rabu (6/11).

Masukan Gubernur NTB dalam arahannya pada rapat tersebut, meminta dalam proses pembangunan Smelter dan Industri turunannya nanti PT. AMNT memaksimalkan penggunaan material produksi dalam negeri. Selain itu yang tidak kalah pentingnya dalam proses konstruksi dan operasional Smelter, agar penyerapan tenaga kerja lokal menjadi skala prioritas.

“Kalau ada kendala, segera beritahu kami. Agar kami segera melakukan komunikasi baik di tingkat daerah maupun di pusat,” kata Gubernur.

Sementara itu Wakil Gubernur menilai, progres pembangunan Smelter sejauh ini berjalan dengan baik. Mulai dari pembebasan lahan Smelter seluas 850,16 hektar hingga relokasi jalan nasional dan provinsi, serta alih fungsi pelabuhan Benete ke Pelabuhan Lalar dan regulasi-regulasi lainnya yang berjalan dengan baik. Adapun kendala-kendala yang masih ada Wagub meminta agar terus dilakukan komunikasi yang intensif dengan pihak-pihak terkait.

“Secara umum pembangunan Smelter sudah on the ringht track. Dari pembenasan lahan dan regulasi semua berjalan baik. Adapun kendala yang ada lakukan pendekatan persuasif,” ujarnya.

Selain itu, Wagub juga menekankan kepada pihak PT AMNT agar konsep pembangunan Smelter harus yang ramah lingkungan. Senada dengan Gubernur, Wagub juga meminta agar memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaannya nanti.

Untuk menyiapkan tenaga kerja dengan skil yang sesuai dengan kebutuhan, pemerintah akan membangun kerjasama dengan perguruan tinggi, training dengan lembaga teknik Petrotekno, revisi BLK dan SMK di NTB serta pembangunan Politeknik Pertambangan.

“Prioritas tenaga kerja lokal, lakukan training untuk upgrade capacity sehingga persentase bisa maksimal diisi tenaga kerja lokal,” pintanya.

Informasi yang dihimpun, pada tahap konstruksi Smelter nantinya pihak PT. AMNT membutuhkan sekitar 7000 – 8000 tenaga kerja. Proses rekruitmen tenaga kerja masa konstruksi melalui Kontraktor FPC, kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja setempat.

Sementara dalam tahap operasional Smelter dibutuhkan sekitar 500 – 600 tenaga kerja dengan skill baik. Untuk engineer dan operator diperlukan sekitar 100 orang dengan pendidikan S1/D3 Engineering.

Hms