Mataram – Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Biro Humas dan Protokol semakin siap untuk menerima kebutuhan masyarakat terkait informasi. Terlebih lagi, sistem integrasi yang dibangun dalam aplikasi Public Relation Command Center (PRCC) dapat memantau interaksi masyarakat, terutama di media sosial. Sehingga, apapun kebutuhan informasi yang diperlukan masyarakat, khususnya informasi publik dapat diperoleh di PPID Biro Humas dan Protokol.

Karena itu, pada Presentasi Badan Publik, Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik, di Kantor Komisi Informasi (KI) Provinsi NTB, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, menjelaskan keikutsertaan PPID Biro Humas dan Protokol dalam kegiatan Monev Keterbukaan Informasi Publik itu sangat dirasakan manfaatnya.

“Kami sudah merasakan manfaatnya bahwa dengan kami mengikuti monev ini, maka yang pertama yang kami rasakan adalah peningkatan kerjasama antar bagian dan sub bagian menjadi sangat kuat dan didukung dari segi data dan informasi,” jelas Najam di hadapan para komisioner KI Provinsi NTB pada Kamis (31/10).

Najam juga menjelaskan sistem yang dikembangkan Biro Humas dan Protokol saat ini, memudahkan masyarakat untuk menyampaikan dan memperoleh informasi. Biro Humas pun mendapatkan kemudahan untuk memperoleh masukan, saran dan gagasan masyarakat terkait pembangunan atau pimpinan daerah.

Karenanya untuk mendukung penerapan aplikasi tersebut, pihaknya telah melatih staf Humas dan Protokol, baik dalam bentuk Bimtek maupun pelatihan lainnya. Sehingga kapasitas SDM yang ada mendukung keberlangsungan aplikasi informasi itu.

Dalam kesempatan tersebut Najam juga menjelaskan jika manajemen PRCC telah masuk dalam standar harga tahun 2020. Dan yang terakhir adalah mendaftarkan inovasi PRCC itu sebagai salah satu Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Hms