Lombok Timur – Setelah Desa Dorokobo, Kempo, kabupaten Dompu sukses mengintegrasikan posyandu dan bank sampahnya, kini di sejumlah desa mulai mengikuti suksesi tersebut dengan inovasi program pemberdayaan dan revitalisasi posyandu. Seperti Pasyandu Keluarga yang berada di Dusun Menak Utara, Kalijaga Selatan, Kecamatan Aikmel Lombok Timur.

Posyandu itu merupakan satu diantara sejumlah posyandu di Desa Kalijaga Selatan yang berhasil direvitalisasi menjadi layanan posyandu keluarga, dan diresmikan langsung oleh Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalillah, pada Sabtu (26/10).

Dalam sambutannya Wagub menyampaikan apresiasi atas upaya dan kerja keras pemerintah desa serta para tokoh setempat dalam upaya revitalisasi posyandu. Termasuk mengintegrasikannya dengan bank sampah dalam upaya mewujudkan kebersihan lingkungan (zero waste).

Wagub mengatakan persoalan kesehatan, dan masalah stunting atau gizi buruk yang dihadapi masyarakat, bukan sepenuhnya disebabkan kekurangan gizi atau kesehatan saja, melainkan juga karena lebih banyak disebabkan oleh faktor kebersihan lingkungan. Oleh karenanya, posyandu keluarga menjadi solusi menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat di desa.

“Posyandu ini kita harapkan sepenuhnya melayani masyarakat, mulai dari Bayi, balita, ibu hamil, remaja hingga lansia.” tuturnya.

Wagub menyampaikan, dengan adanya posyandu keluarga nantinya akan dapat digunakan warga sebagai wadah untuk mendiskusikan, serta berkonsultasi berbagai masalah yang ada.

“Masalah mencangkup apa saja, termasuk kesehatan bayi, balita, remaja lansia. Karena mengingat menjaga kesehatan merupakan kebutuhan vital yang bernilai ibadah,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Desa Kalijaga Selatan, Mustoin Asror, menjelaskan bahwa kehadiran posyandu keluarga  sangat tepat sebagai solusi ditengah kompleksitas masalah yang ada didesa.

Desa Kalijaga Selatan sendiri memiliki lima posyandu aktif yang semuanya diubah menjadi posyandu keluarga, dengan harapan nanti posyandu tersebut hadir sebagai tempat untuk sharing berbagai masalah. “Diantaranya yakni menekan angka pernikahan dini dengan melakukan edukasi melalui posyandu remajanya, dan juga kedepan posyandu yang ada akan diintegrasikan dengan bank sampah yang masih dalam proses pengerjaan,” ungkap Kades.

Com_info