Mataram – Tiga pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), yaitu PLTS Sengkol, PLTS Selong, dan PLTS Pringgabaya masing-masing berkapasitas 5 megawatt (MW) telah memperkuat sistem kelistrikan Lombok. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan operasi komersial (commercial operation date/COD) antara PLN dengan tiga Independent Power Producer (IPP) sejak bulan Juli 2019 lalu.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menyampaikan bahwa penggunaan PLTS ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dan PLN untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan untuk pembangkit listrik di Indonesia.

“Kita dorong terus pembangkit EBT, apalagi untuk Lombok yang memang jadi tempat pariwisata,” tutur Jonan saat melakukan Kunjungan Kerja ke PLTS Sengkol, Lombok Tengah.

Dengan beroperasinya PLTS ini, bauran EBT untuk wilayah NTB menjadi 11 persen. Angka ini akan bertambah seiring dengan semakin banyaknya lokasi pengembangan EBT di NTB.

Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN, Djoko Rahardjo Abu Manan mengatakan pengoperasian PLTS ini akan berdampak pada efisiensi karena mengurangi pemakaian BBM di beberapa pembangkit di NTB.

“PLTS beroperasi, yang utama tentu biaya pokok produksi semakin murah. Perhitungan kami selisih biaya pokok penyediaan PLTS dengan PLTD sekitar Rp 900/kWh,” terang Djoko.

Selain itu, dengan beroperasinya tiga PLTS ini meningkatkan pasokan listrik di sistem kelistrikan Lombok. Saat ini sistem kelistrikan Lombok memiliki daya mampu mencapai 260,47 MW dengan beban puncak sebesar 233,18 MW, sehingga terdapat cadangan sebesar 27,28 MW.

hms