LOMBOKINFO.CO.ID, lombok – Pagi ini Gunung Rinjani menggemparkan warganet se-NTB raya. Tiba-tiba saja status WA dan instagram dipenuhi foto Gunung Rinjani. Tapi tenang, gunung tertinggi di NTB ini bukan lagi mau ‘bangun’ dari tidurnya atau mau ‘batuk’kok. Rinjani hanya mengalami fenomena unik tepat di atas puncaknya. Terlihat pagi ini, gunung paling keren dan eksotis ini seperti sedang memakai topi pak tani alias caping, Rabu (17/07).

Banyak dari masyarakat mengaitkan hal ini jadi awal mulanya pertanda buruk. Tapi sebenarnya fenomena ini tak perlu dikhawatirkan kok karena sudah sering terjadi di pegunungan maupun perbukitan. Nama dari fenomena ini adalah awan lenticularis.

Melihat cantiknya awan ini, banyak orang yang penasaran mengapa fenomena tersebut bisa terjadi. Nah, hal ini pun menarik pendaki dan warga sekutar Rinjani, Awan lenticularis merupakan awan yang terbentuk akibat pergerakan udara di kawasan pegunungan atau perbukitan.

Pergerakan dari angin biasanya akan membelok dan mengitari gunung. Sehingga awan berbentuk spiral dan akhirnya mirip seperti topi ataupun pancake jika sudah bertumpuk-tumpuk.

Kehadiran awan lenticularis ini memang cukup menarik perhatian. Oleh karena itu, banyak para warga sekitar Rinjani yang penasaran dan ingin melihat gumpalan putih tersebut dari jarak dekat. Namun sebaiknya jangan dan mengurungkan niat tersebut.

Awan lenticularis tergolong ke dalam tiga jenis, Perbedaannya bukan dari bentuknya yang beragam. Tapi perbedaannya lebih ke ketinggian dari awan tersebut. Pertama adalah Altocumulus Standing Lenticularis (ACSL) yang letak awannya berada di dataran rendah.

Kedua, Stratocumulus Standing Lenticularis (SCSL) yang ketinggiannya berada di tingkat menengah. Kemudian yang terakhir yaitu Cirrocumulus Standing Lenticularis (CCSL), tingginya berada di atas rata-rata atau bisa dibilang kurang terlihat dari permukaan bumi. Hayo, Sahabat Boombastis tahu enggak awan lenticularis di Gunung Rinjani termasuk yang mana?

*dari berbagai sumber | foto : group WA