Mataram – Sensus penduduk ketujuh tahun 2020 mendatang, BPS akan menggunakan sistem pencacahan digital berupa aplikasi smartphone untuk pencacah dan aplikasi berbasis website untuk masyarakat. Khusus untuk aplikasi berbasis website, Diskominfotik NTB siap mendukung BPS dalam mensosialisasikan teknologi ini kepada masyarakat. Hal tersebut, diutarakan Tri Budiprayitno, Kepala Diskominfotik NTB saat pertemuan bersama Tim BPS di Ruang Rapat Kadis Kominfotik NTB, (9/4).

“Kita membantu dalam sosialisasi, memberikan ruang-ruang kepada BPS untuk mensosialisasikan kepada masyarakat sehingga masyarakat mau mencacah diri,” ujar Kadis.

Aplikasi pencacah diri berbasis website ini ditujukan langsung kepada penduduk, agar bisa melakukan pengisian data sendiri tanpa melalui pencacah lapangan. Aplikasi ini ditujukan untuk menjawab isu privasi, tidak ada waktu, atau masyarakat tidak di tempat. Sehingga dapat membuat pencacah lebih cepat melakukan pencacahan terhadap masyarakat yang belum mencacah diri sendiri.

“Nantinya ada 10 data yang harus diisi masyarakat, semuanya seperti data yang ada di KTP kecuali ada satu tambahan baru yaitu Pendidikan terakhir,” imbuhnya.

Demi mendukung sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat, Diskominfotik NTB akan membantu BPS dapat mensosialisasikan aplikasi ini dalam jalur pendidikan, keagaaman, sampai unsur pimpinan instansi pemerintahan lingkup Provinsi NTB. Sosiali akan dilakukan baik secara langsung maupun melalui media sosial serta iklan di berbagai media online maupun media cetak.

“Kita akan dukung penuh sosialisi dan publikasi aplikasi sensus ini kepada masyarakat,” tandas Kadis Kominfotik NTB.